indonewstime

Pabrik Sepatu Asal Korea Selatan Investasi Rp1,2 Triliun di Kuningan

Indonewstime - Pemerintah Kabupaten Kuningan memastikan akan hadirnya investasi besar dari perusahaan manufaktur raksasa asal Korea Selatan. Perusahaan tersebut berencana membangun pabrik sepatu dengan nilai investasi mencapai Rp1,2 triliun di wilayah Kuningan.

Pabrik ini akan dibangun di atas lahan seluas 22 hektare yang mencakup tiga desa di Kecamatan Jalaksana dan Japara. Kehadiran industri ini diproyeksikan menjadi salah satu investasi terbesar yang masuk ke Kabupaten Kuningan dalam beberapa tahun terakhir.

Komitmen Pemerintah Daerah

Bupati Kuningan, H. Dian Rachmat Yanuar, membenarkan rencana investasi tersebut dan berkomitmen memberikan kemudahan bagi investor.

"Benar, akan ada pabrik sepatu dari Korea Selatan yang dibangun di wilayah Jalaksana dan Japara. Nilai investasinya mencapai Rp1,2 triliun dan diperkirakan mampu menyerap ribuan tenaga kerja," ujar Bupati Dian, 26 Juni 2026, dikutip Radar Kuningan.

Menurut Bupati, investasi berskala besar seperti ini menjadi momentum penting bagi Kabupaten Kuningan untuk menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia optimistis keberadaan industri manufaktur akan memberikan dampak ekonomi yang luas.

"Keberadaan perusahaan akan membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan aktivitas ekonomi, dan mendorong pertumbuhan daerah. Karena itu, pemerintah memberikan kemudahan bagi para investor," kata Dian.

Proses Pembebasan Lahan

Saat ini, nama investor asal Korea Selatan tersebut belum dipublikasikan demi kelancaran investasi. Sementara itu, proses pembebasan lahan masih berjalan sebelum pembangunan fisik dimulai. Harga pembebasan lahan bervariasi sesuai lokasi, dengan rata-rata mencapai sekitar Rp250 ribu per meter persegi.

Harapan Masyarakat

Di kolom komentar, sejumlah warganet menyambut positif rencana investasi ini. Salah satu komentar menyoroti pentingnya peningkatan kualitas dan daya saing tenaga kerja lokal agar kepercayaan investor tidak disia-siakan. Ada pula yang membandingkan fokus pembangunan di era kepemimpinan yang berbeda, serta menyebut pertumbuhan ekonomi Vietnam yang mencapai 7,8% sebagai contoh.

Sumber: Radar Kuningan, Radar Cirebon