KUNINGAN - Suasana duka masih menyelimuti Desa Sukarasa, Kecamatan Darma. Sebuah kecelakaan maut di turunan Gronggong pada Senin (13/7/2026) merenggut tiga nyawa dalam satu keluarga sekaligus, meninggalkan seorang bocah 11 tahun yang kini berjuang memulihkan diri dari luka fisik sekaligus trauma mendalam.
Peristiwa yang Menghancurkan Satu Keluarga
Enggar Amicithya Kautsar, sang ayah; Neneng Intan Permatasari, ibu; dan putra kedua mereka, Naraya Anashera Kautsar yang masih bayi, meninggal dunia dalam musibah tersebut. Sementara putri pertama mereka, Lovanya Evelyn Kautsar (11), selamat namun harus menjalani perawatan intensif di RSUD Gunung Jati Cirebon. Kabar yang beredar menyebut bocah malang itu sampai harus menjalani amputasi pada kaki kanannya.
Kecelakaan bermula ketika truk pengangkut air mineral diduga mengalami rem blong saat menuruni turunan Gronggong. Kendaraan kehilangan kendali, masuk ke jalur berlawanan, dan menabrak sejumlah kendaraan termasuk sepeda motor yang ditumpangi keluarga korban. Dalam sekejap, rumah tangga yang utuh berubah menjadi cerita duka yang menyayat.
Bupati Jenguk, Janjikan Beasiswa Hingga Tuntas
Menunjukkan kepeduliannya, Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar M.Si bersama istri, Hj Ela Helayati, menemui keluarga yang ditinggalkan di rumah duka, Selasa (14/7/2026). Kunjungan itu bukan sekadar belasungkawa, melainkan juga dukungan moril bagi Lovanya yang kehilangan orang tua dan adiknya dalam semalam.
"Saya atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Kuningan menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga keluarga diberikan kesabaran, ketabahan, dan kekuatan" ujar Bupati. Ia menegaskan, hal utama kini adalah memulihkan kondisi psikologis bocah tersebut. Setelah pulih, sekolahnya harus tetap dilanjutkan.
"Pemerintah daerah akan mendukung melalui program beasiswa sampai tuntas",tegasnya. Camat Darma, Denny Rosmayadi, turut mendampingi kunjungan tersebut.
Tragedi yang Menyisakan Pertanyaan
Musibah Gronggong kembali mengingatkan akan bahaya turunan curam yang kerap menantang kendaraan bermuatan berat. Dugaan rem blong pada truk air mineral menjadi titik tolak tragedi dan tiga nyawa serta satu masa depan anak menjadi taruhannya. Di tengah duka, janji beasiswa dari Pemkab Kuningan setidaknya memberi secercah harapan bagi Lovanya untuk tetap bersekolah dan membangun hidup yang terputus seketika.
Bagi warga Darma dan sekitarnya, peristiwa ini adalah pengingat bahwa di balik kemudi truk yang melintasi turunan Gronggong, ada nyawa keluarga lain yang menanti di ujung jalan.

