indonewstime

Malam Mencekam di Istana! Prabowo Panggil Jajaran Petinggi Negara di Tengah Kasus Mega Korupsi Eks Jampidsus

Jakarta - Suasana malam di kawasan Istana Kepresidenan berlangsung mencekam, Sabtu (11/7/2026). Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat tertutup mendadak dengan mengumpulkan seluruh jajaran petinggi negara, mulai dari Menteri Pertahanan, Panglima TNI, Kapolri, hingga Jaksa Agung.

Pertemuan yang berlangsung mulai pukul 19.00 WIB ini dihadiri oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Jaksa Agung ST Burhanuddin, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Tak hanya itu, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Kepala BIN Muhammad Herindra, serta Kepala Bappisus Aris Marsudiyanto juga turut hadir.

Pantauan di lokasi menunjukkan iring-iringan mobil dinas berpelat khusus mulai meninggalkan kompleks Istana sekitar pukul 22.10 WIB. Namun hingga berita ini diturunkan, pihak Istana belum memberikan keterangan resmi mengenai agenda pertemuan yang berlangsung tertutup tersebut.

Pertemuan darurat ini digelar di tengah hebohnya kasus mega korupsi yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Kortas Tipidkor Polri bersama Polda Metro Jaya baru saja menetapkan Febrie sebagai tersangka dalam tiga kasus korupsi besar sekaligus: dugaan korupsi pengadaan batu bara untuk PLTU, kasus PT Asabri, dan PT Krakatau Steel.

Penggeledahan di 13 lokasi di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Banten pada 8-10 Juli lalu bahkan menyita barang bukti mencengangkan: uang tunai berbagai mata uang senilai Rp476 miliar dan 74 kilogram emas batangan yang disembunyikan di balik dinding rumah di Sentul, Bogor.

Merespons dinamika ini, Menteri Sekretaris Negara Istana menyatakan bahwa pemerintah menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Namun, langkah Presiden mengumpulkan seluruh pimpinan aparat penegak hukum dan intelijen dalam satu forum tertutup dinilai sebagai sinyal kuat bahwa pemberantasan korupsi menjadi prioritas utama pemerintahannya.

Hingga dini hari, misteri masih menyelimuti pertemuan malam itu. Publik pun menanti apakah ini awal dari babak baru pemberantasan korupsi atau sekadar koordinasi rutin di tengah badai kasus yang mengguncang institusi penegak hukum Tanah Air.

Editor : Clara Stefani Wijaya