Dari total 78 orang yang berada di atas kapal, sebanyak 52 orang telah ditemukan dalam kondisi selamat, satu orang meninggal dunia, dan 25 korban sisanya belum ditemukan. Data tersebut disampaikan pada Sabtu (18/7).
"Data korban terus kami perbarui berdasarkan hasil verifikasi di lapangan. Kami mencocokkan informasi dari manifes, laporan keluarga, pemerintah setempat, serta korban yang telah dievakuasi," kata Kepala Kantor Basarnas Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar.
Arif menambahkan, proses pencarian diperluas setelah adanya laporan tambahan dari kerabat korban yang datang ke posko aduan. Tujuannya agar tidak ada korban yang terlewat dan seluruh data yang disampaikan kepada masyarakat benar-benar akurat.
"Dari hasil verifikasi, kami mendapati ada tiga orang lagi yang dilaporkan hilang oleh pihak keluarganya sehingga jumlah korban dalam pencarian bertambah," sambungnya.
Pada hari ketiga operasi penyelamatan, tim SAR gabungan membagi area pencarian ke dalam dua sektor utama. KN SAR Kamajaya 104 dikerahkan untuk menyisir sektor II, sementara KRI Marlin 877 melakukan pencarian di sektor I. Operasi kemanusiaan itu juga diperkuat pesawat Boeing B737-200 milik Lanud Sultan Hasanuddin dari udara.
Diketahui, KM Nurul Salsa tenggelam di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kepulauan Selayar, pada Rabu (15/7). Hingga hari ketiga, tim SAR gabungan masih terus melakukan penyisiran intensif demi menemukan 25 korban yang tersisa.

