indonewstime

Sengketa Lahan di Adonara Berujung Bentrokan Berdarah, Tiga Orang Tewas

Bentrokan akibat sengketa lahan ulayat antara Desa Narasaosina dan Desa Waeburak kembali pecah di Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (18/7). Peristiwa tersebut menelan korban jiwa dan merusak sejumlah rumah warga.

Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra mengatakan bentrokan bermula dari perkelahian antarkelompok pemuda sekitar pukul 06.30 WITA yang kemudian memicu konflik lebih besar. Peristiwa tersebut mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, empat orang dirawat, dan 20 rumah rusak terbakar.

Seluruh korban tewas telah dievakuasi ke Rumah Sakit Pratama Adonara untuk menjalani proses visum. Sementara korban luka mendapat perawatan medis pasca-kejadian.

Kepolisian masih memprioritaskan upaya pengamanan dan pemulihan situasi di lokasi pasca-bentrokan. Warga diimbau tetap tenang dan menyerahkan penanganan sepenuhnya kepada aparat guna mencegah bentrokan susulan.

Sengketa lahan ulayat di wilayah Adonara memang kerap memicu ketegangan antardesa. Kasus serupa sebelumnya juga pernah terjadi dan menelan korban, sehingga penanganan secara menyeluruh baik dari sisi keamanan maupun penyelesaian sengketa adat menjadi penting agar konflik tidak terulang.

Hingga berita ini diturunkan, proses pendataan dan penanganan korban masih terus dilakukan pihak berwenang.