Kuningan - Kabar duka kembali datang dari kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hebat melanda wilayah tersebut dan menghanguskan puluhan hektare lahan kering.
Peristiwa ini terjadi di Blok Cirendang yang masuk wilayah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 30 hektare dan membuat petugas gabungan harus bekerja ekstra di medan yang ekstrem.
Api Melalap Blok Cirendang, Diduga Karena Cuaca Ekstrem
Insiden kebakaran ini pertama kali terdeteksi pada Selasa, 22 Juli 2026. Kepulan asap tebal terlihat membubung dari kawasan hutan yang didominasi semak belukar kering dan alang-alang.
Kondisi musim kemarau yang berkepanjangan membuat vegetasi di kawasan TNGC sangat mudah terbakar. Ditambah lagi, angin kencang yang bertiup berubah-ubah membuat api dengan cepat merambat dan meluas ke beberapa titik di sekitarnya.
Petugas menyebut, Blok Cirendang merupakan salah satu area yang cukup sulit dijangkau. Medan berbatu, terjal, dan jauh dari akses jalan utama menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemadaman.
Mitigasi Resiko Kebakaran , Jangan Lupa Siapkan Peralatan Darurat Berikut :
APAR UNTUK DI MOBIL & MOTOR APAR DI RUMAH DAN KANTOR
120 Personel Gabungan Dikerahkan, Sekat Bakar Jadi Andalan
Untuk mengatasi kebakaran seluas 30 hektare ini, tim gabungan langsung diterjunkan ke lokasi. Setidaknya lebih dari 100 personel yang terdiri dari Balai TNGC, BPBD Kuningan, TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga relawan dan warga sekitar.
Upaya pemadaman tidak hanya dilakukan dengan cara manual menggunakan alat gepyok, tetapi juga dengan membuat sekat bakar. Sekat bakar dibuat untuk memutus jalur api agar tidak terus menjalar ke blok hutan lainnya seperti Blok Batu Luhur, Karang Dinding, dan Bukit Seribu Bintang yang pernah terbakar sebelumnya.
Status Siaga Darurat dan Imbauan Warga
Melihat kondisi yang rawan, pemerintah setempat telah menetapkan status Siaga Darurat Kekeringan dan Kebakaran Lahan. Langkah ini diambil agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan strategis.
Petugas juga mengimbau kepada para pendaki dan masyarakat sekitar untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu api, seperti membakar sampah, membuang puntung rokok sembarangan, atau membuka lahan dengan cara dibakar.
| Data Kebakaran Gunung Ciremai | Keterangan |
|---|---|
| Lokasi Kejadian | Blok Cirendang, Kawasan TNGC Kuningan |
| Luas Terdampak | ± 30 Hektare Lahan Kering |
| Waktu Kejadian | 22 Juli 2026 |
| Kendala Pemadaman | Angin Kencang, Medan Terjal & Berbatu |
Hingga berita ini diturunkan, petugas masih melakukan pendinginan dan pemantauan di beberapa titik untuk memastikan tidak ada lagi bara api yang berpotensi menyala kembali.
🛒 Rekomendasi Pembaca
Listrik Padam Berkali-kali Gara-gara Krisis Batu Bara? Siapkan Ini di Rumah
Dugaan korupsi batu bara disebut picu blackout di sejumlah wilayah. Jangan panik saat listrik padam—lengkapi rumah dengan lampu darurat dan powerbank berkualitas lewat rekomendasi ini.
📌 Baca Juga Artikel Lainnya:
