Kasus yang menjerat mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, menjadi salah satu sorotan utama penegakan hukum di Indonesia sepanjang Juli 2026. Berawal dari dugaan korupsi pengadaan batu bara untuk PT PLN yang diduga memicu pemadaman listrik atau blackout di sejumlah daerah, kasus ini kemudian melebar ke dua perkara besar lainnya: PT Asabri dan PT Krakatau Steel. Berikut rangkuman kronologisnya dari awal hingga proses terkini.
Awal Juli: Dugaan Korupsi Batu Bara PLN Mengemuka
Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri mulai menyoroti dugaan penyimpangan dalam pengadaan dan distribusi batu bara yang berdampak pada terganggunya pasokan bahan bakar sejumlah pembangkit listrik. Kondisi ini disebut-sebut ikut memicu pemadaman listrik di berbagai wilayah, mulai dari Sumatera, sebagian Kalimantan, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Jabodetabek.
Rabu, 8 Juli 2026: 12 Lokasi Digeledah, Puluhan Kilogram Emas Disita
Penyidik Kortas Tipikor menggeledah 12 lokasi sekaligus. Dari penggeledahan itu, polisi menyita uang dalam jumlah besar dan emas puluhan kilogram. Barang bukti yang diamankan antara lain 74 kg emas batangan, USD 4,7 juta lebih, SGD 14 juta lebih, serta rupiah dan valuta asing lainnya senilai miliaran rupiah. Lokasi yang digeledah meliputi rumah mewah di Sentul dan Cilandak, money changer di Cipete, serta kafe de'Clan Signature di kawasan Cipete, Jakarta Selatan.
Rumah Dijaga TNI, Polemik Pengamanan
Seiring penggeledahan, aparat TNI dikerahkan menjaga rumah Febrie. TNI membantah penjagaan itu berkaitan dengan penggeledahan Polri. Menurut TNI, pengamanan dilakukan atas permintaan Kejagung dan merujuk pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 66 Tahun 2025 tentang perlindungan terhadap jaksa dalam melaksanakan tugasnya. Istana pun menegaskan asas praduga tak bersalah.
Jumat, 10 Juli 2026: Febrie Muncul ke Publik
Setelah namanya terseret pemberitaan, Febrie akhirnya tampil memberi keterangan pers di Gedung Bundar Kejagung. Ia membantah memiliki kaitan bisnis dengan kafe di Cipete yang digeledah polisi dan menegaskan seluruh perkara di lingkungan Jampidsus tetap berjalan sesuai prosedur operasi standar.
Sabtu, 11 Juli 2026: Jadi Tersangka dan Mengundurkan Diri
Plt Jampidsus Rudi Margono menerima pelimpahan tiga kasus korupsi—batu bara, Asabri, dan Krakatau Steel—dari Kortas Tipikor ke Kejagung. Margono menyebut dua orang telah ditetapkan tersangka, yakni pihak swasta dan seorang berinisial F. Di hari yang sama, Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin menerima surat pengunduran diri Febrie dari jabatan Jampidsus.
Senin, 14 Juli 2026: Kejagung Pastikan Mundur Sukarela
Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna menegaskan pengunduran diri Febrie dilakukan secara sukarela agar perkara tak berdampak pada Korps Adhyaksa. Anang menyebut pengamanan TNI telah dicabut karena melekat pada jabatan. Febrie bersama seorang berinisial DR ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Jumat, 17 Juli 2026: Penyidikan Sepenuhnya Wewenang Kejagung
Polri resmi menyerahkan berkas perkara, barang bukti, hingga tersangka ke Kejagung. Wakil Ketua Kortas Tipikor Polri Brigjen Boro Windu menyatakan proses penyidikan selanjutnya sepenuhnya menjadi kewenangan Kejaksaan Agung. Penyerahan administrasi penyidikan dilakukan bertahap sejak Sabtu sebelumnya.
Terkini: Tersangka Asabri, Belum Ditahan
Kejagung menetapkan Febrie sebagai tersangka dugaan korupsi dan TPPU PT Asabri, sementara dalam kasus batu bara dan Krakatau Steel ia masih berstatus saksi. Hingga kini Febrie belum ditahan, yang memicu kritik dari masyarakat antikorupsi (MAKI) yang menilai Kejagung tidak adil. Kuasa hukum Febrie, Hotman Paris, bahkan menyebut penetapan tersangka melanggar KUHAP. Kasus ini kini ditangani Kejagung melalui tim khusus yang dibentuk untuk menuntaskannya.
Perkembangan kasus ini akan terus bergulir seiring pelimpahan kewenangan penyidikan ke Kejaksaan Agung. Masyarakat diajak mengawal proses hukum agar berjalan profesional, akuntabel, dan transparan.
🛒 Rekomendasi Pembaca
Listrik Padam Berkali-kali Gara-gara Krisis Batu Bara? Siapkan Ini di Rumah
Dugaan korupsi batu bara disebut picu blackout di sejumlah wilayah. Jangan panik saat listrik padam—lengkapi rumah dengan lampu darurat dan powerbank berkualitas lewat rekomendasi ini.
📌 Baca Juga Artikel Lainnya:

